Tulisan ini terinspirasi
ketika penulis menyaksikan banyak orang yang begitu membabibuta
membenarkan hawa nafsunya atas nama kebebasan.
Beragam fenomena yg terjadi belakangan cukup menyesakkan dada, mulai dari Irsyad Manji yang menuntut ruang untuk menyuarakkan kesesatannya hingga promotor konser Lady Gaga yg enggan membatalkan konser ratu iluminati tersebut meski tak mendapat ijin dari aparat keamanan setempat, yang kesemuanya berdalih atas nama kebebasan.
Kebebasan berasal dari kata dasar bebas yg mana Menurut kamus besar bahasa indonesia, bebas berarti lepas sama sekali (tidak terhalang,terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat dsb dengan leluasa).
Kaum sekuler boleh saja berbicara atas nama kebebasan berekspresi, tapi jika kebebasan yg dijadikan landasan utama, bukankah kaum agamis juga berhak atas nama kebebasan? Alangkah konyol jika orang dengan lantang berteriak atas nama kebebasan sementara telinganya tuli dari teriakan orang lain yang berhak atas kebebasan yg sama.
Bagi kaum sekuler, kebebasan merupakan tameng utama dalam pembenaran. Namun kebebasan seperti apa sih yg di gembar-gemborkan ketika justru mereka tutup mata terhadap kebebasan orang lain dalam menjalankan agama (amar ma'ruf nahi munkar)?
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah..."
QS. Al-Imran 110.
"Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah/mencegah dengan tangannya (kekuasaan) jika ia tidak mampu,maka dengan lidahnya (secara lisan), dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya (merasakan tidaksenang dan tidak setuju). Dan itu adalah selemah-lemah Iman".
HR. Imam Muslim #49
Bahkan Allah memberikan gelar umat terbaik bagi kaum muslimin salah satunya justru karna sifat amar ma'ruf dan nahi munkar ini. Sebagai muslim seharusnya kita bangga dengan sifat ini sebab karenanya allah mengaruniakan gelar umat terbaik. Pada kenyataannya tidaklah demikian, justru banyak umat muslim yg mencela organisasi yg menegakkan amar ma'ruf nahi munkar tanpa sadar akan betapa pentingnya hal itu.
Selama kebebasan yg dijadiian tolak ukur maka jangan pernah merasa aman dari ancaman kebebasan orang lain.
Beragam fenomena yg terjadi belakangan cukup menyesakkan dada, mulai dari Irsyad Manji yang menuntut ruang untuk menyuarakkan kesesatannya hingga promotor konser Lady Gaga yg enggan membatalkan konser ratu iluminati tersebut meski tak mendapat ijin dari aparat keamanan setempat, yang kesemuanya berdalih atas nama kebebasan.
Kebebasan berasal dari kata dasar bebas yg mana Menurut kamus besar bahasa indonesia, bebas berarti lepas sama sekali (tidak terhalang,terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat dsb dengan leluasa).
Kaum sekuler boleh saja berbicara atas nama kebebasan berekspresi, tapi jika kebebasan yg dijadikan landasan utama, bukankah kaum agamis juga berhak atas nama kebebasan? Alangkah konyol jika orang dengan lantang berteriak atas nama kebebasan sementara telinganya tuli dari teriakan orang lain yang berhak atas kebebasan yg sama.
Bagi kaum sekuler, kebebasan merupakan tameng utama dalam pembenaran. Namun kebebasan seperti apa sih yg di gembar-gemborkan ketika justru mereka tutup mata terhadap kebebasan orang lain dalam menjalankan agama (amar ma'ruf nahi munkar)?
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah..."
QS. Al-Imran 110.
"Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah/mencegah dengan tangannya (kekuasaan) jika ia tidak mampu,maka dengan lidahnya (secara lisan), dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya (merasakan tidaksenang dan tidak setuju). Dan itu adalah selemah-lemah Iman".
HR. Imam Muslim #49
Bahkan Allah memberikan gelar umat terbaik bagi kaum muslimin salah satunya justru karna sifat amar ma'ruf dan nahi munkar ini. Sebagai muslim seharusnya kita bangga dengan sifat ini sebab karenanya allah mengaruniakan gelar umat terbaik. Pada kenyataannya tidaklah demikian, justru banyak umat muslim yg mencela organisasi yg menegakkan amar ma'ruf nahi munkar tanpa sadar akan betapa pentingnya hal itu.
Selama kebebasan yg dijadiian tolak ukur maka jangan pernah merasa aman dari ancaman kebebasan orang lain.